Minggu, 25 September 2011

teruntuk edelweisku

kusadari sepertinya bungaku tersebut terlihat mekar
tersebar aroma kebahagaian dari dirinya
bunga kecil yang aku pilih dulu
sekarang telah mekar memancarkan pesonanya
sadarku sepenuhnya, yang merusak jiwaku adalah diriku sendiri
pikiranku sendirilah yang mengambil kebahagiaan sejatiku
memoriku ketika bersamamu, keinginan menjadi lebih baik tercurah seperti hujan
dengan mengingat senyummu aku mampu berlari
bukan hanya berjalan apalagi hanya bersuara
bunga yang aku lihat dulu masih bertemankan kerasnya alam
sekarang telah mendapatkan penjaganya
kusadari sepertinya bungaku tersebut terlihat mekar
tersebar aroma kebahagaian dari dirinya
aku tau mawar cantik tapi tak semempesona dirimu,edelweis
aku tau dia harum tapi tak seanggun dirimu
biarlah aku berjalan bersama arah angin
menghabiskan nafasku untuk pergi di puncak tertinggi
hanya untuk dapat mengenangmu dari jauh
merasakan kerasnya alam yang telah mendidikmu
kusadari sepertinya bungaku tersebut terlihat mekar
tersebar aroma kebahagaian dari dirinya

0 komentar:

Posting Komentar